“Saya juga menyampaikan apresiasi, terima kasih dan penghargaan kepada bapak/ibu yang selama ini telah bekerja keras menjaga dan membuat kota ini selalu bersih, indah dan asri dari sampah. Terutama bapak/ibu para petugas Sogoroho Gam di Dinas Lingkungan Hidup, semoga segala jerih payah dan pengabdian bapak/ibu bernilai ibadah di sisi Allah SWT,” tandas Ali.

Rangkaian perayaan Word Clean Up Day tersebut disertai dengan penyerahan secara simbolis tas olahan limbah tumbler dan peralatan sendok travelling dari Wali Kota kepada Bunda Penggerak Lingkungan, Perwakilan Anggota DPRD, Ketua Persit Kartika Candra Kirana, Ketua Dharma Wanita Persatuan dan Ketua GOW Kota Tidore Kepulauan.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sjarif mengatakan, maksud dan tujuan jalan santai aksi pungut, pilah dan timbang sampah yang dilakukan ini sebagai sebuah gerakan bersama melalui edukasi dan kampanye dalam rangka mendorong peningkatan kepedulian dan perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga terbiasa untuk mulai pilah sampah dari rumah.

“Karena perilaku dan kesadaran pilah sampah mulai dari rumah belum berjalan maksimal berdasarkan data capaian kinerja pengelolaan sampah Kota Tidore Kepulauan, jumlah timbunan sampah 45,90 ton/hari, penyumbang sampah terbesar dari sampah rumah tangga yakni 28,81 ton/hari dibanding dengan jenis sampah dari kantor dan lainnya,” kata Sjarif.

Pewakilan WCD Malut Muhammad Afif Riondi menambahkan, semoga dalam kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan komunitas bisa menjadi salah satu aksi nyata dalam pengembangan untuk menumbukan kesadaran terhadap persoalan sampah. Terkhusus Kota Tidore dan kabupaten lain untuk sama-sama peduli terhadap persoalan sampah.

Perwakilan dari Plastic Ranger Ahmad Fathanah menambahkan, untuk hasil sadakah sampah dihasilkan dari masing-masing instansi untuk pemkot sebesar Rp 127.000, perorangan Rp 21.500 dan sekolah Rp 108.100.

“Semua hasil tersebut akan disumbangkan ke masjid, dan untuk sampah sudah dipilah dan ditimbang sebanyak 550 kg. Dan dikonversikan menjadi rupiah sebesar Rp 590.300,” tandasnya.