Tandaseru — Inisiasi Segitiga Emas yang digagas tahun 2018 belum menunjukkan kemajuan berarti. Berbagai upaya telah dilakukan namun program ini membutuhkan kolaborasi baru pemerintahan baru.

Karena itu, Sidego bersama DPRD Kabupaten Halmahera Barat menginisiasi kembali Forum Limau Raha sebagai bentuk pengembangan Segitiga Emas setelah rencana pemerintah pusat menetapkan Kawasan Khusus Ibukota Sofifi yang akan menetapkan pengembangan Raha Limau.

Raha Limau ini sendiri melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Halmahera Barat, Pemerintah Kota Ternate, dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

Dalam Forum Raha Limau yang diawali dengan Forum Legislatif Limau Raha akan diikuti DPRD Provinsi, DPRD Halmahera Barat, DPRD Kota Ternate, dan DPRD Kota Tidore Kepulauan. Kegiatan ini bakal digelar Minggu (20/6) pukul 14.00 WIT di Gamalama Ballroom Hotel Sahid Ternate.

Ketua DPRD Halbar, Charles R. Gustan menuturkan, kerja sama dengan Sidegon untuk menghidupkan kembali kerja sama tiga daerah dan memperluas melibatkan Sofifi sebagai kawasan khusus.

Ketua DPRD Halmahera Barat, Charles R. Gustan. (Tandaseru/Mardi Hamid)

“Karena pengembangan Kota Sofifi sebagai kawasan khusus dalam perencanaannya melibatkan dua daerah, Halbar dan Tidore Kepulauan, dengan demikian dibutuhkan kolaborasi antar pemerintah dan legislatif yang diinisiasi awal dengan melibatkan unsur legislatif. Selain karena pemerintah baru hasil Pilkada 2020, saat yang sama dalam proses penyusunan RPJMD masing-masing daerah yang membutuhkan sinkronisasi sehingga kebijakan antardaerah bisa saling terintegrasi dalam kawasan tumbuh cepat di Maluku Utara,” tuturnya, Jumat (18/6).

Sementara Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak menyatakan, tantangan pembangunan ke depan masing-masing daerah tidak bisa melakukan kebijakan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kebijakan antardaerah, karena pola interaksi pembangunan antardaerah dalam provinsi dibutuhkan dengan spesifikasi masing-masing daerah.

Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak. (Istimewa)

“Karena itu DPRD sangat mengapresiasi gagasan yang datang dari Limau Halbar, yang sudah mengundang DPRD Tidore Kepulauan untuk duduk rembuk bersama,” terangnya.