Tandaseru — Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Maluku Utara mengutuk keras penetapan status tersangka dan penahanan Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (RHS). Kecaman juga ditujukan terhadap aksi penembakan enam laskar FPI oleh aparat keamanan di Tol Cikampek.
Jumat (18/12) siang di Masjid Almunawwar Ternate, para pengurus Ormas Islam menyampaikan tujuh sikap terhadap dua insiden tersebut.
“Pertama, bahwa kami sangat sedih dan prihatin atas status hukum yang menimpa Habib Rizieq Shihab. Bagi kami, beliau adalah ulama yang lurus dan menjadi simbol dakwah melawan nahi munkar dan segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman di Indonesia. Karena itu kami meminta agar Habib Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat,” kata Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Ternate Usman Muhammad.
Kedua, Ormas Islam Malut turut berduka cita atas meninggalnya enam syuhada pengawal HRS di tangan aparat keamanan. Sebagai bangsa, ucap Usman, nyawa warga negara harus dilindungi sebagaimana pesan konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Dan dalam pandangan Islam, nyawa seorang muslim teramat mulia dan terhormat untuk ditumpahkan tanpa hak. Karena itu kami meminta dan mendorong agar mengusut tuntas kasus penembakan enam syuhada oleh Komisi Hak Asasi Manusia HAM dan jika diperlukan Pemerintah perlu membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang independen,” tegas Usman.

Ketiga, sebagai negara hukum, sejatinya hukum senantiasa menjadi panglima dan bukan kekuasaan yang memandu jalan penegakan hukum di Indonesia. Karena itu, Ormas Islam Malut meminta agar penegakan hukum harus menjunjung rasa keadilan dan tanpa diskriminasi.
“Keempat, bahwa ulama adalah pewaris para nabi dan memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah dan Rasul, maka kami meminta hentikan kriminalisasi atas para ulama dan aktivis Islam, terlebih para ulama dan aktivis Islam yang kritis dan berbeda pandangan dengan penguasa,” tekan Usman lagi.
Kelima, Ormas Islam Malut mendukung sepenuhnya revolusi akhlak yang diserukan oleh HRS sebagai sebuah solusi penyelesaian masalah umat dan bangsa.
“Keenam, kami menyerukan dialog dan rekonsiliasi nasional antar ulama dan umara dan antara pemimpin dan rakyat demi kebaikan bangsa, negara dan agama. Serta ketujuh, kami mendesak Pemerintah agar mengevaluasi dan mencopot jabatan semua pejabat negara yang dianggap ikut andil dalam penciptaan suasana kegaduhan dan merusak suasana kerukunan dan kemajemukan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tukas Usman.
Para pengurus Ormas Islam ini juga mendoakan agar para ulama, habib, kyai, ustaz dan tuan guru senantiasa dilindungi Allah.
“Semoga Allah memenangkan perjuangan umat Islam demi tegaknya izzah Islam di Indonesia. Kami juga mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada para pemimpin negara dari pusat hingga daerah agar tetap amanah dan adil dalam melaksanakan mandat kepemimpinan demi kebaikan agama, rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandas Usman.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.