Tandaseru — Sebuah speedboat rute pelayaran Tobelo, Halmahera Utara-Daruba, Pulau Morotai dikabarkan hilang sejak Selasa (15/12) sore. Basarnas Morotai, Maluku Utara, pun terjun melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun tandaseru.com, speedboat Nadjwa tersebut bertolak dari Pelabuhan Tobelo sekira pukul 17.00 WIT. Ia membawa 9 orang yang terdiri atas 7 penumpang dan 2 motoris speedboat, serta sebuah perahu bodi fonae.

Pencarian terhadap speedboat ini dilakukan tim SAR gabungan sejak pukul 01.45 WIT. Kapal milik TNI AL dikerahkan bersama empat speedboat milik warga untuk menyisir pulau-pulau terdekat di perairan Morotai.

Koordinator Tim Basarnas Korpos Marjun Dao kepada tandaseru.com di Pelabuhan Daruba mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI AL untuk melakukan pencarian dengan jarak yang jauh.

Marjun bilang, pihaknya mendapat kabar dari Hairil, suami salah satu penumpang, bahwa sang suami yang menyewa speedboat itu untuk membawa istri dan anaknya ke Daruba.

“Tapi di dalam speedboat itu katanya ada penumpang dua orang lagi, berarti semua tujuh orang dan belum lagi ABK,” kata Marjun.

Menurut Marjun, sang istri sempat mengabarkan pada suaminya bahwa saat menuju Morotai speedboat yang ditumpangi dihantam ombak. Setengah jam kemudian, ditelepon lagi dengan kondisi yang masih sama.

“Sempat saya bilang di suaminya kenapa tidak diarahkan kembali ke Pelabuhan Tobelo? Tapi dia bilang putus-putus suaranya. Ketiga kali dia telepon istrinya, HP-nya tidak aktif lagi. Di situ suaminya langsung bikin laporan,” jelasnya.

Ia menambahkan, empat speedboat yang digunakan untuk pencarian disewa oleh keluarga penumpang.

“Kendaraan laut dari pihak keluarganya maunya pakai empat speedboat, tapi kita arahkan bahwa mereka pencariannya tidak bisa lewat dari pulau-pulau yang terdekat di sini. Karena posisi yang kami prediksi ini mereka ini belum sampai menuju masuk ke Daruba. Jadi kapal Angkatan Laut yang akan kita sama-sama cari, mungkin mereka akan menyisir ke jarak yang lebih jauh,” imbuhnya.

Pencarian dengan kapal TNI AL Kal. Wayabula milik Lanal Morotai dipimpin Kapten P. Laut Junaidi didampingi Pasop Lettu P. Laut Ismail Rahaguna.

“Kalau pencarian malam ini kita harus liat arus laut itu kemana. Apalagi tadi informasi tujuan speedboat mereka ke timur. Kita harus sisir perairan wilayah timur karena pencarian ini kita harus sesuai prosedur ada beberapa tahap yang harus yang harus kita lalui,” jelas Ismail.

Ismail bilang, jika pencarian menggunakan speedboat harus menyisir pulau-pulau terdekat dulu.

“Coba disisir di pulau-pulau terdekat dulu, jangan sampai keluar dari pulau-pulau itu. Karena kami juga pernah pencarian orang hilang itu ternyata dapat di Pulau Kokoya,” ucapnya.

Persiapan pencarian speedboat Tobelo-Daruba yang hilang. (Tandaseru/Irjan Rahaguna)

Pencarian tersebut dilakukan hingga pukul 06.13, Rabu (16/12), dimana pihak keluarga penumpang mendapat kabar dari ABK speedboat bahwa speedboat hilang kendali dan terapung hingga ke Desa Jara-Jara, Kabupaten Halmahera Timur. Salah satu speedboat sewaan dan kapal TNI AL pun langsung menuju Jara-Jara untuk menjemput penumpang speedboat Nadjwa.

Sekadar diketahui, speedboat Nadjwa memuat ibu dan empat anaknya, yakni Yuli Aswati Pora, M. Sahdila Hi Hukum, M. Febrian, Hairul azam, dan Rafania Azzahra. Sementara identitas penumpang  lain belum diketahui.