Tandaseru — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ternate menggelar aksi protes terhadap Prancis yang dipusatkan di depan Masjid Almunawar Ternate, Maluku Utara, Minggu (1/11). Aksi ini dipicu pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai melegalkan kartun Nabi Muhammad SAW yang dipublikasikan salah satu guru sejarah di Prancis Samuel Patty yang kemudian tewas dibunuh.
Kematian guru sejarah itu kemudian ditanggapi Macron sebagai serangan terorisme Islam. Pernyataan tersebut memicu gelombang aksi demonstran di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam propaganda yang dibagikan peserta aksi, KAMMI dan IMM mendesak Pemerintah Indonesia segera menarik Duta Besar (Dubes) Indonesia dari Prancis, meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate untuk menyerukan pemboikotan produk Prancis serta mengimbau Pemerintah Prancis dan seluruh negara-negara di dunia untuk menghormati keyakinan umat Islam terhadap Nabi Besar Muhammad SAW.
KAMMI dan IMM Kota Ternate juga mendesak Presiden Prancis meminta maaf kepada umat Islam di seluruh dunia, serta mengajak seluruh masyarakat Maluku Utara memboikot produk Prancis yang dikonsumsi selama ini.

Ketua IMM Kota Ternate Zulkarnain Pina mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Presiden Prancis beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan, kedua elemen mahasiswa Islam ini mendesak Wali Kota Ternate untuk segera menghentikan produk-produk asal Prancis yang masuk di Kota Ternate.
Menurutnya, pernyataan Macron telah melukai hati umat Islam seluruh dunia.
“Oleh sebab itu kami minta kepada Pemerintah Kota Ternate dan Pemerintah Provinsi Malut untuk mengeluarkan kebijakan memboikot produk Prancis yang masuk di wilayah Malut,” tegas Zulkarnain.
Pada Senin (2/11), KAMMI dan IMM melakukan audensi dengan Pemkot Ternate yang diwakili Sekretaris Kota Jusuf Sunya. Jusuf kepada awak media menyatakan, dua elemen mahasiswa itu datang minta dukungan Pemkot untuk memboikot produk-produk Prancis dan mengecam pernyataan Presiden Prancis.
“Sebagai Pemerintah Daerah, kita juga memgecam dan mendukung langkah adik-adik IMM dan KAMMI ini,” tandas Jusuf.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.