Tandaseru — Abrasi mengancam rumah warga di Desa Buho-Buho dan Hino, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Setidaknya 30 rumah mengalami kerusakan beragam lantaran dihantam abrasi.
Warga mengaku, abrasi mulai mengancam dua desa tersebut sejak sebulan terakhir. Puncaknya, seminggu belakangan 30 rumah tersebut terdampak. Bahkan ada rumah yang bagian dapurnya rusak parah lantaran dihantam air pasang.
“Kami mohon kepada Pemda Morotai agar bisa melihat kami di sebagian Desa Buho-Buho dan Hino untuk bisa secepatnya dibuat talud penahan ombak,” ucap salah satu warga, Selasa (18/8).
Anggota DPRD Morotai dari Fraksi PDI Perjuangan Hean Rakomole membenarkan keluhan warga tersebut. Hean yang juga berdomisili di Buho-Buho berjanji akan membantu warga terdampak mendapatkan perhatian Pemda.
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Dinas PU. Saya juga sudah meminta bantu ke teman-teman DPRD Provinsi dapil Morotai agar masalah abrasi di Desa Hino dan Buho-Buho itu juga bisa didorong di Provinsi,” katanya.
Dari data yang ia miliki, Hean bilang pesisir pantai Hino dan Buho-Buho yang perlu dibangun talud penahan ombak mencapai 1 kilometer.
“Totalnya kan sekitar 2 kilometer. Sementara 1 kilometer sudah dibangun, sisanya itu yang saat ini terdampak abrasi,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pulau Morotai Abubakar A. Rajak ketika dikonfirmasi mengatakan masalah abrasi di Desa Hino sudah diusulkan ke Kementerian PUPR.
“Usulannya 400 meter dengan anggaran Rp 16 miliar,” ungkap Abubakar.
Abubakar bilang, pembangunan talud itu akan dibuat seperti talud yang sudah ada sebelumnya di Buho-Buho yang dibangun Balitbang Kementerian PUPR.
“Tapi ini volumenya sedikit lebih kecil tapi dijamin aman. Kalau kita ikut model yang dibangun Balitbang nilainya terlalu besar karena dia per meter Rp 40 juta. Kalau yang kita usul ini per meter Rp 20 juta,” jabarnya.
Dia menambahkan, semua talud yang dibangun di Morotai nantinya menggunakan model susun batu tanpa material beton.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.